DF-41-COVID-19
Title: DF-41-COVID-19
Date: 2020
Materials: Watercolor on paper
Size: 59 x 83 cm
There are three ideas for this painting.
First, DF-41 or Dongfeng-41. The Dongfeng-41 is a fourth-generation intercontinental ballistic missile. DF-41 is the latest generation of the Dongfeng series strategic missiles developed by China. This nuclear-capable missile can reach the U.S. just in 30 minutes.
Second, a speech of Chinese President Xi Jinping in the commemorating the 70th anniversary of the Chinese Communist Party, October 1st, 2019. “There is no force that can shake the foundation of this great nation,” Xi said in Mandarin, “No force can stop the Chinese people and the Chinese nation forging ahead.” He declared it after see the military parade. Besides other missile vehicles, DF-41 was officially unveiled.
Third, Covid-19 or the new corona virus. On December 31, 2019, the China office heard the first reports of a previously-unknown virus behind a number of pneumonia cases in Wuhan, a city in Eastern China with a population of over 11 million. What started as an epidemic mainly limited to China has now become a truly global pandemic. Now, 192 Countries and Territories around the world have reported the corona virus cases, such as in Italy, United States, Spain, Germany, Iran, France, South Korea, etc. For Indonesia, fatality rate from the corona virus so far stands at 8.6 percent, far higher than the average global mortality rate of about 3.9 percent.
The phenomena of Covid-19 pandemic after Xi's speech reminds the Titanic tragedy. Before the Titanic sink down, someone said that God himself couldn't sink this ship.
Deni Junaedi changes the missile of DF-41 for a syringe that do injection to Wuhan city.
However, Deni add some gears in the city and sky because this idea related to his main painting concept, about the iron, especially the sent down iron.
Judul: DF-41-COVID-19
Tahun: 2020
Bahan: Cat air di kertas
Ukuran: 59 x 83 cm
Terdapat tiga ide yang melandasi lukisan ini.
Pertama, DF-41 atau Dongfeng-41. Dongfeng-41 adalah misil antarbenua generasi terbaru yang dikembangkan China. Peluru kendali berhulu ledak nuklir ini dapat menjangkau Amerika hanya dalam waktu 30 menit.
Kedua, pidato Presiden China Xi Jinping dalam peringatan 70 tahun Partai Komunis China, 1 Oktober 2019. "Tidak ada kekuatan yang dapat menggoncang podasi negeri raksasa ini," kata Xi dalam bahasa Mandarim, "Tidak ada yang dapat menghentikan rakyat China dan bangsa China akan terus melaju." Dia menyatakan hal itu setelah melihat parade militer besar-besaran. Selain berbagai jenis alutsista canggih lain, DF-41 secara resmi dipertontonkan.
Ketiga, Covid-19 atau virus corona baru. Pada 31 Desember 2019, pemerintahan China secara resmi mendapatkan laporan keberadaan virus dalam wabah kasus pneumonia di Wuhan, kota di China bagian timur yang penduduknya lebih dari 11 juta jiwa. Epidemi yang awalnya terbatas pada negara China itu akhinya menjadi pandemi global. Kini, paling tidak ada 192 negara yang terinfeksi, seperti Itali, Amerika Serikat, Sepanyol, Jerman, Perancis, Iran, Korea Selatan, dan dll. Untuk Indonesia, angka kematian rata-rata akibat virus ini menempati posisi teratas, yaitu 8,6 persen dibanding 3,9 persen untuk seluruh dunia.
Fenomeda Covid-19 setelah pidato Xi ini mengingatkan pada tragedi Kapal Titanic. Sebelum kapal besar itu karam, seseorang sesumar bahwa Tuhan pun tidak dapat menenggelamkannya.
Deni Junaedi mengganti misil DF-41 dengan alat suntik yang melakukan injeksi ke kota Wuhan.
Deni menambahkan beberapa bentuk gir dikota maupun langit sebagai kesinambungan dengan konsep utama lukisannya, yaitu the sent down iron (besi yang diturunkan).

Keren..
ReplyDeleteTrima kasih banyak
DeleteBubar amrik......lanjutkan bang Deni....semoga amrik terpecah" dalam tahun ini.
ReplyDeleteMANTAP DAN BERBOBOT.
Maturnuwun sanget mas
DeleteApik pak,kueren
ReplyDeleteAlhamdulillah, tq bgt mbk
DeleteSalam kenal dan salam kagum mas
ReplyDeleteMaturnuwun sanget Mbak Nadindra
DeleteSalam kenal dan salam kagum mas
ReplyDeleteSalam kenal kembali mbk Nadindra
Delete